Adven bersama para Redemptoris: “Orange the World” dan Kegiatan Lokal

Kampanye global “Orange the World” menyoroti kekerasan terhadap perempuan dari tanggal 25 November hingga 10 Desember. Kampanye ini dimulai pada tahun 1991 sebagai bagian dari “16 Days of Activism against Gender Violence”, dan sejak 2008 dilaksanakan secara global oleh UN Women dalam kerangka inisiatif UNiTE to End Violence against Women. Warna oranye melambangkan harapan, visibilitas, dan keberanian untuk tidak lagi berpaling.

Di Biara Wittem, kampanye ini diwujudkan secara nyata pada tahun ini. Unsur utama kegiatan tersebut adalah sebuah proyek seni yang menggambarkan transformasi seorang perempuan. Para seniman dari wilayah sekitar diundang untuk mengirimkan konsep, dan karya fotografer Maartje Ansems terpilih untuk dipamerkan.

Karya tiga bagian tersebut menampilkan:
Gambar pertama: Seorang perempuan dalam kegelapan, terjebak dalam dirinya sendiri, dilambangkan dengan benang-benang.
Gambar kedua: Perempuan tersebut mulai membuka diri, melihat sekeliling, dikelilingi motif-motif alam yang melambangkan penyembuhan.
Gambar ketiga: Perempuan itu telah berubah dan mekar. Para pengunjung dapat menambahkan benang sendiri untuk bersama-sama melambangkan energi positif.

Pameran ini dapat dilihat di Biara Wittem hingga 10 Desember. Proyek seni ini disertai dengan percakapan dan momen pertukaran mengenai isu kekerasan terhadap perempuan. Menurut pelatih budaya Judith Boesen, situasi bagi perempuan tidak membaik dalam beberapa tahun terakhir. Media sosial dan sejumlah influencer bahkan dapat memperkuat peran-peran gender yang bermasalah, terutama bagi laki-laki muda.

Lokasi lain di dalam Provinsi St. Clemens juga mengadakan kegiatan mereka sendiri selama masa Adven: Di Clemenspoort, Ghent, akan diadakan Zondagsviering, perayaan Ekaristi bersama, pada 7 Desember. Di Biara Pemuda Kirchhellen, para Sternsinger akan berkeliling lingkungan pada Januari 2026, menyanyi, dan mengumpulkan sumbangan. Di Biara Redemptoris Josefshöhe di Bonn, diadakan misa rutin dan berbagai kegiatan pastoral.

Masa Adven dimanfaatkan di berbagai tempat tersebut untuk menghadirkan perjumpaan, kebersamaan, dan solidaritas, serta meningkatkan kesadaran akan isu-isu sosial seperti kekerasan terhadap perempuan.

“Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, dan kegelapan itu tidak menguasainya.” (Yohanes 1:5)

Gulir ke Atas